LIP UGJ Bangun Inkubator Bisnis bersama UMKM Cirebon

LIP UGJ Bangun Inkubator Bisnis bersama UMKM Cirebon

Kegiatan Training For Mentor, Leader, dan UKM dengan Tema "Penggunaan KADIGI sebagai Platform Marketplace UKM go Online dan Platform Teaching Factory dilaksanakan oleh Lembaga Inovasi dan Pengembangan (LIP) UGJ, bertempat di Hotel Grage Cirebon pada 25 November 2021.

Kegiatan dihadiri oleh para wakil Rektor dan pimpinan di lingkungan UGJ, dengan menghadirkan sebanyak 40 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dari Kota dan Kabupaten Cirebon.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari penerimaan hibah matching fund Kedaireka Kemdikbudristek Tahun 2021,  Matching Fund adalah bentuk nyata dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara Insan Dikti (lembaga perguruan tinggi) dengan pihak Industri. Kedaireka adalah solusi terkini dalam mewujudkan kemudahan sinergi kontribusi perguruan tinggi dengan komersialisasi industri untuk kemajuan bangsa Indonesia, yang sejalan dengan visi Kampus Merdeka Kemendikbud RI.

Ketua pelaksana sekaligus kepala LIP menyampaikan bahwa LIP UGJ bersama mitra membangun ekosistem incubator digitalpreunership dalam rangka membelajarkan mahasiswa dalam mata kuliah kewirausahaan atau pada kegiatan magang yang menjadi salah satu bentuk pada kegaitan MBKM terkait digital marketing.

Sebelumnya kami sudah menyelenggarakan kegiatan workshop bagaimana cara menyusun teaching factory dan desain pembelajaran digital marketing, marketplacenya serta LMS nya sudah kami susun.

Wakil Rektor I Dr. H Jaja, M.Hum dalam sambutannya menyampaikan Pemasaran digital bukan merupakan hal yang baru, semua harus beralih dari pemasaran konvensional menjadi pemasaran digital. Bahkan keuntungan yang diperolehnya juga bisa lebih besar daripada pemasaran konvensional.

Kegiatan ini bisa dikemas dalam kegiatan MBKM, salah satu kegiatan belajar di luar kampus, kegiatan ini dirancang untuk upaya UGJ memenuhi salah satu dari 8 IKU, yaitu adanya mahasiswa yang berpenghasilan, imbuhnya.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini dapat menjadi pendobrak untuk mendapatkan segala peluang yang dikemas menjadi penjualan digital. Sebagai kegiatan MBKM kegiatan ini bisa dikonversikan setara dengan 20 SKS, tutupnya.