UGJ-BKKBN Provinsi Jabar Tandatangani MoU dan Gelar Kuliah Umum

Dalam upaya meningkatkan jejaring dengan instansi pemerintahan, Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon, melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding, dengan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Jawa Barat. Selasa (29/10/2019). Penandantanganan MoU dilakukan di gedung Fakultas Kedokteran UGJ, Jalan Terusan Bima Kota Cirebon.


Rektor UGJ Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs. M.Si dalam sambutannya mengatakan, Perguruan Tinggi memiliki peran Tri Dharma, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat. Diharapkan kerjasama antar UGJ dan BKKBN Provinsi Jawa Barat tidak hanya berupa MoU semata, tetapi dapat diimplmentasikan melalui Memorandum of Agreement (MoA), dalam bentuk kegiatan yang melibatkan para mahsiswa dan civitas akademik.


“Semoga dengan kerjasama ini, UGJ semakin maju dan betul-betul dapat bersinergi dengan BKKBN Provinsi Jawa Barat dalam bentuk program pendidikan, penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat. Kita memiliki mahasiswa yang siap dikerahkan ke lapangan, untuk melakukan pengabdian terhadap masyarkat, bisa melalui program-program yang disinergikan antara BKKBN sebagai institusi pemerintah dengan UGJ sebagai institusi pendidikan,” kata Rektor.


Sebagai tahap awal dari implementasi program kerjasama UGJ dan BKKBN Provinsi Jawa Barat, pada kesmepatan yang sama digelar Kuliah Umum dengan tema  “Kesiapan Generasi Muda dalam Era Bonus Demografi dan Industri 4.0” dengan menghadirkan pemateri  Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN, Dr. Ir. Dwi Listyawardani , M.Sc dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat , Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd.


Para pemateri menyampaikan peluang dan tantangan yang akan dihadapi era bonus demografi dan industri 4,0. Dimana demografi kawasan Indonesia dapat memberikan bonus bagi generasi bangsa dalam menciptakan peluang. Sebagai contoh, demografi dapat menciptakan angkatan kerja yang tinggi sehingga mampu menghadirkan lapangan pekerjaan dan dapat meningkatkan daya serap tenagah kerja.


“Tetapi demografi juga dapat menjadi potensi konflik atau kerawanan jika sumber daya manusianya lemah, daya serap lapangan kerja yang rendah, kerapnya terjadi bencana alam dan tingginya faktor kemiskinan. Ini yang menjadi tantangan ke depan. Generasi 4,0 akan dihadapkan pada tingginya pemanfaatan teknologi komunikasi dan pangsa pasar kerja digital. Salah satu solusinya adalah generasi saat ini harus meningkatkan kemampuan tidak hanya hard skill tetapi juga soft skill,” kata Dwi Listyawardani. #

INFORMASI MAHASISWA BARU

Penerimaan Mahasiswa Baru

Informasi Kontak

Universitas Swadaya Gunung Jati
Jln. Pemuda No. 32, Cirebon Jawa Barat 45132, Indonesia
+62 231 206558
humas@ugj.ac.id, humasugj@gmail.com